Bupati Indramayu Lepas 200 Mahasiswa KKN-T IPB Jawa Barat Tahun 2019

Bupati Indramayu H. Supendi menerima sekaligus melepas 200 mahasiswa Insitut Pertanian Bogor (IPB) Provinsi Jawa Barat dalam mengikuti Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IPB Tahun 2019. Pelepasan itu dilaksanakan di Pendopo Kabupaten Indramayu, Selasa (18/6/2019).

Sebanyak 200 mahasiswa IPB Provinsi Jawa Barat itu diantaranya Fakultas Perikanan, Fakultas Peternakan dan Sekolah Bisnis yang akan melakukan KKN-T di 7 kecamatan di wilayah Kabupaten Indramayu.

Bupati Indramayu H. Supendi mengatakan, sangat mendukung kegiatan KKN-T IPB Tahun 2019 karena bagi Kabupaten Indramayu dengan berbagai potensi unggulan seperti pertanian, perikanan dan peternakan serta pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sangat cocok bagi anak-anak KKN-T IPB.

“Kita ketahui bersama Indramayu di bidang petanian menjadi penghasil padi terbesar di Jawa Barat sedangkan bidang perikanan 40 persen ikan di Jawa Barat di peroleh dari Indramayu dan pengelolaan BUMDes menjadikan Indramayu terbaik di Jawa Barat. Ini adalah kesempatan bagi anak-anak KKN-T IPB dalam menggali kekurangan kemudian memberikan opsi bagi masyarakat,”katanya.

Supendi menginginkan kepada mahasiswa yang melaksanakan KKN-T 2019 di Indramayu dapat mampu memberikan perencanaan yang baik bagi pengelolaan BUMDes di setiap desa dan mengembangkan potensi disetiap desa yang tertinggal menjadi berkembang sesuai dengan masing-masing kondisi alamnya.

“Saya berharap anak-anak KKN-T IPB paling tidak bisa mewarnai keterkaitan dengan perencanaan yang baik bagaimana pengelolaan BUMDes di setiap desa dan mengembangkan potensi desa yang tertinggal menjadi maju sesuai dengan kondisi alamnya karena saat ini masih ada beberapa desa yang belum memiliki BUMDes,” tambahnya.

Sementara itu Rektor IPB Provinsi Jawa Barat diwakilkan Dekan Sekolah Bisnis Prof. Dr. Ir. Nur Azam Achsani menjelaskan, tujuan daripada KKN-T IPB sendiri memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa untuk hidup di tengah masyarakat dengan kerja sama tim lintas bidang ilmu, lintas profesi dan leadership mahasiswa dalam mengelola program pembangunan di wilayah perdesaan.

“Tujuan daripada KKN-T IPB memberikan pengalaman belajar dengan bersentuhan langsung dengan masyarakat dan bekerjasama berbeda profesi dalam bersama-sama mebantu dan mengembangkan program yang ada di setiap pedesaan,” jelasnya.

Untuk itu segala bentuk permasalahan yang ada di setiap desa dengan keberadaan KKN-T IPB dapat memberikan solusi yang berkesinambungan antara program keilmuan IPB dengan potensi keungggulan daerah sehingga hasil program kerja menghasilkan output yang sama antara pemerintah daerah dengan IPB.

“Diharapkan keberadaan KKN-T IPB membawa manfaat tidak hanya IPB tetapi juga bagi pembangunan dan segenap pemangku kepentingan di Kabupaten Indramayu,” pungkasya. (M.Toyib/Diskominfo Indramayu)